Alifya, anak mereka lahir ketika Rani baru saja diangkat sebagai Staf Diplomat bertepatan dengan tuntasnya suami Rani meraih PhD. Ketika Alif, panggilan untuk puteranya itu berusia 6 bulan, kesibukan Rani semakin menggila saja. Frekuensi terbang dari satu kota ke kota lain dan dari satu negara ke negara lain makin meninggi.
Saya pernah bertanya , "Alif ga terlalu kecil untuk sering ditinggal ?"Dengan sigap Rani menjawab : " Saya sudah mempersiapkan segala sesuatunya.Everything is ok." Dan itu betul-betul ia buktikan. Perawatan dan perhatian anaknya walaupun lebih banyak dilimpahkan ke baby sitter betul-betul mengagumkan. Alif tumbuh menjadi anak yang lincah, cerdas dan pengertian. Kakek neneknya selalu memompakan kebanggaan kepada cucu semata wayang itu tentang ibu-bapaknya." Contohlah ayah-bunda Alif kalau Alif besar nanti." Begitu selalu nenek Alif bilang disela-sela dongeng menjelang tidurnya. Tidak salah memang. Siapa yang tidak ingin memiliki anak atau cucu yang berhasil dalam bidang akademis dan pekerjaannya. Ketika Alif berusia 3 tahun, Rani bercerita kalau Alif minta adik. Waktu itu Ia dan suaminya menjelaskan dengan penuh kasih-sayang bahwa kesibukan mereka belum memungkinkan untuk menghadirkan seorang adik buat Alif. Lagi-lagi bocah kecil ini "dapat memahami" orang tuanya.Mengagumkan memang. Alif bukan tipe anak yang suka merengek. Kalau kedua orang tuanya pulang larut, ia jarang sekali ngambek. Cerita Rani, Alif selalu menyambutnya dengan penuh kebahagiaan. Rani bahkan menyebutnya malaikat kecil. Sungguh keluarga yang bahagia, pikir saya. Meski kedua orang tua sibuk, Alif tetap tumbuh penuh cinta. Diam-diam hati kecil saya menginginkan anak seperti Alif.
Suatu hari, menjelang Rani berangkat ke kantor, entah mengapa Alif menolak dimandikan baby-sitternya. " Alif ingin bunda yang mandiin." Tentu saja Rani yang dari detik ke detik waktunya sangat diperhitungkan, jadi gelisah. Akhirnya, suaminya turut membujuk agar Alif mau mandi dengan tante Mien, baby-sitternya. Persitiwa ini berulang sampai hampir sepekan," Bunda, mandiin Alif?" begitu setiap pagi. Rani dan suaminya berpikir, mungkin karena Alif sedang dalam masa peralihan ke masa sekolah jadinya agak minta perhatian.Suatu sore, saya dikejutkan telponnya Mien, sang baby sitter. " Bu, Alif deman dan kejang-kejang, Sekarang di Emergency". Saya pun ngebut ke UGD. But it was too late. Allah sudah punya rencana lain. Alif, meninggal dunia.Rani, bundanya tercinta, yang ketika diberi tahu sedang meresmikan kantor barunya, shock berat. Setibanya di rumah, satu-satunya keinginannya adalah memandikan anaknya. Dan itu memang ia lakukan, meski setelah tubuh si kecil terbaring kaku. " Ini bunda, Lif. Bunda mandiin Alif." Ucapnya lirih, tapi teramat pedih.Ketika tanah merah telah mengubur jasad si kecil, kami masih berdiri mematung. Hening sejenak. Angin senja berbaur aroma kamboja. Tiba-tiba Rani tertunduk. " Aku ibunya, " Bangunlah Lif. Bunda mau mandiin Alif. Beri kesempatan bunda sekali lagi, Lif". Rintihan itu begitu menyayat. Detik berikutnya ia bersimpuh sambil mengais-ngais tanah merah ?
saya tidak ingin membahas perbedaan sudut pandang pembagian tugas suami isteri. Hanya saja, sekiranya si kecil kita juga bergelayut : "Mandiin aku, Bunda ." Akankah kita menolak ?
sebuah entri dari tmn...
selamat datang
kunjungan anda sangat berarti bagi saya apalagi jika berkomentar dan memberi masukan..pun disini tempat wahana komunikasi dan sarana bertukar pikiran..
terima kasih atas kunjungannya
terima kasih atas kunjungannya
Tentang Saya
- anggun nur/dep
- makassar, sul-sel, Indonesia
- teman adalah orng yg dpt membuat kita menangis terharu bukan yg bisa membuat kita tertawa terbahak-bahak
15 Juli 2009
17 Februari 2009
Bintang di Langit, Cahaya di Hati
Ada ungkapan Immanuel Kant didlm Critique of Practical Reason yg menarik untuk direnungkan. Katanya..ada dua hal yg mengisi pikiran kita dengan kekaguman dan kemasgulan yg selalu bertambah besar,jika kita semakin sering memikirkannya,yaitu langit yg penuh bintang diatas dan hukum moral didlm hati nurani.
Bintang dilangit memberikan gairah dan cahaya pada intelek untuk merenungkan kebesaran dan keindahan alam raya,sedangkan hati nurani memberikan cahaya untuk menjalani hidup yg bermoral, yg membedakan dunia manusia dari dunia binatang. Kalau sj kehidupan didunia ini didominasi oleh naluri hewani dan tidak mengenal mahkamah Ilahi, maka betapa absurb dan konyolnya drama kehidupan manusia ini.
Cat...
2 tulisan terakhir ini sy kutip dari sebuah buku (best seller) yg sangat menarik bagi saya dimn buku itu mampu mengubah ketakutan kita akan maut menjd optimisme karena kematian bukanlah sesuatu yg mengerikan, perlu diketahui substansi kematian adalah sama dengan pulang kampung yaitu kampung Ilahi dimn kampung itu ada 2 yaitu surga dan neraka tinggal kita mau memilih yg mana ? tergantung bagaimana menjalani kehidupan semasa hidup dibumi, pun buku ini menjdkan hidup kita lebih bermakna manakala kita beri makna...
Tapi benarkah hidup ini bermakna ? dlm pandangan hedonisme hidup dikatakan bermakna selama memberikan kenyamanan dan kenikmatan, maksudnya kenyamanan & kenikmatan ini bersifat fisical sj... Subhanaallah (apakah anda termasuk kaum hedonis ?)
pandangan kaum hedonis ini jelas tidak sejalan dgn ajaran agama....bagaimn menurut anda ?
Bintang dilangit memberikan gairah dan cahaya pada intelek untuk merenungkan kebesaran dan keindahan alam raya,sedangkan hati nurani memberikan cahaya untuk menjalani hidup yg bermoral, yg membedakan dunia manusia dari dunia binatang. Kalau sj kehidupan didunia ini didominasi oleh naluri hewani dan tidak mengenal mahkamah Ilahi, maka betapa absurb dan konyolnya drama kehidupan manusia ini.
Cat...
2 tulisan terakhir ini sy kutip dari sebuah buku (best seller) yg sangat menarik bagi saya dimn buku itu mampu mengubah ketakutan kita akan maut menjd optimisme karena kematian bukanlah sesuatu yg mengerikan, perlu diketahui substansi kematian adalah sama dengan pulang kampung yaitu kampung Ilahi dimn kampung itu ada 2 yaitu surga dan neraka tinggal kita mau memilih yg mana ? tergantung bagaimana menjalani kehidupan semasa hidup dibumi, pun buku ini menjdkan hidup kita lebih bermakna manakala kita beri makna...
Tapi benarkah hidup ini bermakna ? dlm pandangan hedonisme hidup dikatakan bermakna selama memberikan kenyamanan dan kenikmatan, maksudnya kenyamanan & kenikmatan ini bersifat fisical sj... Subhanaallah (apakah anda termasuk kaum hedonis ?)
pandangan kaum hedonis ini jelas tidak sejalan dgn ajaran agama....bagaimn menurut anda ?
Label:
umum
21 Januari 2009
Kegelisahan Para Penghuni Surga
Suatu hari nabi Isa menasehati murid-muridnya untuk bersikap extra hati-hati terhdp harta warisan yg ditinggal oleh orngtua. suatu hari ,kata nabi Isa memulai dgn nasehatnya,mlaikat penjaga surga ketika berjln-jln mengontrol taman surga bertemu dgn dua orng yg sedang bercanda-canda. suasana ceria dgn datangnya malaikat yg ikut bergabung. ditengah suasana surga itu mereka teringat anak cucunya yg masih hidup didunia. "hai sahabat kami malaikat yg baik,tolonglah kami dibukakan jendela surga ini barang sejenak saja krn kami ingin sekali melihat anak cucu kami yg masih tinggal dibumi." Begitu pinta mereka. "baiklah," kata malaikat,"silahkan kalian berdua berdiri dekat jendela surga untuk kami bukakan sejenak."
Demikianlah,setelah dua penghuni sorga melihat dunia tidak lebih dari lima menit,maka suasana ceria penuh canda tadi hilang karena salah satu dari mereka tib-tiba menangis pilu,sementara yg lainnya tampaknya berseri."hai kawan,"ujar malaikat,"coba ceritakan apa yg terjd dgn keluargamu,aku sdh menuruti permintaanmu untuk membukakan pintu surga,mestinya engkau bergembira setelah melihat keadaan kelurgamu tp malah sedih,apa yg kau lihat dan apa yg aku bisa bantu untuk meringankan penderitaanmu ?
Maka orng itupun menuturkan kepedihannya. Katanya ketika dia mengintip didunia ternyata keadaan anak cucunya tengh berebut warisan yg dia tinggalkan,bahkan bermusuhan,fitnah menfitnah dan sampai usaha ingin saling membunuh.Gara2 warisan saudara kandung berubah menjd musuh padahal dulu dia berfikir bahwa dgn bekerja keras mengumpulkan harta warisan,diaberhrp anak cucunya sampai tujuh turunan akan hidup makmur tanpa hrs bekerja keras seperti orgtua mereka. Tp justru warisan itu menjd pangkal malapetaka.
Malaikat berpaling kepada yg lain,"hai kawan,apa gerangan yg kau saksikan didunia sehingga engkau begitu tampak lebih gembira" dengan wajah berseri tmn td menjelaskan keadaan ank cucunya yg masih bahagia. Keluarganya hidup utuh dan harmonis serta dicintai masyrakat sekelilingnya. Tidak ada yg lebih membahagiakan orgtua kecuali melihat anak cucunya hidup rukun dan tampil menjd pemimpin masyrakat berkat pendidikan dan keimanan yg ditanamkan oleh orngtua."rupanya pilihanku benar,bahwa warisan terbaik itu bukan tumpukan harta tetapi kualitas pendidikan yg baik dan nilai-nilai keagamaan katanya.
Demikianlah,setelah dua penghuni sorga melihat dunia tidak lebih dari lima menit,maka suasana ceria penuh canda tadi hilang karena salah satu dari mereka tib-tiba menangis pilu,sementara yg lainnya tampaknya berseri."hai kawan,"ujar malaikat,"coba ceritakan apa yg terjd dgn keluargamu,aku sdh menuruti permintaanmu untuk membukakan pintu surga,mestinya engkau bergembira setelah melihat keadaan kelurgamu tp malah sedih,apa yg kau lihat dan apa yg aku bisa bantu untuk meringankan penderitaanmu ?
Maka orng itupun menuturkan kepedihannya. Katanya ketika dia mengintip didunia ternyata keadaan anak cucunya tengh berebut warisan yg dia tinggalkan,bahkan bermusuhan,fitnah menfitnah dan sampai usaha ingin saling membunuh.Gara2 warisan saudara kandung berubah menjd musuh padahal dulu dia berfikir bahwa dgn bekerja keras mengumpulkan harta warisan,diaberhrp anak cucunya sampai tujuh turunan akan hidup makmur tanpa hrs bekerja keras seperti orgtua mereka. Tp justru warisan itu menjd pangkal malapetaka.
Malaikat berpaling kepada yg lain,"hai kawan,apa gerangan yg kau saksikan didunia sehingga engkau begitu tampak lebih gembira" dengan wajah berseri tmn td menjelaskan keadaan ank cucunya yg masih bahagia. Keluarganya hidup utuh dan harmonis serta dicintai masyrakat sekelilingnya. Tidak ada yg lebih membahagiakan orgtua kecuali melihat anak cucunya hidup rukun dan tampil menjd pemimpin masyrakat berkat pendidikan dan keimanan yg ditanamkan oleh orngtua."rupanya pilihanku benar,bahwa warisan terbaik itu bukan tumpukan harta tetapi kualitas pendidikan yg baik dan nilai-nilai keagamaan katanya.
Label:
umum
17 Desember 2008
watak dasar manusia
Manusia memiliki dua sifat yg berlawanan yaitu sifat baik dan buruk,siapapun dia pasti didalam dirinya tertanam dua sifat tersebut..seperti yg ada dimuka bumi ini diciptakan secara berpasang-pasangan ada pria dan wanita,kiri dan kanan,siang dan malam dsb....begitupun watak dasar kita diciptakan berpasangan.
Disekitar kita kadang dua sifat itu terlihat jelas didepan kita atau ditv kita sering menonton sesorng berbuat baik maupun jahat kepada orng lain tp apa boleh buat itu adalah watak dasar orng tersebut...
jika seseorng berbuat baik maupun jahat kepada anda harus memaklumi tp bukan berarti anda harus menerima perlakuan itu jika perlakuan itu buruk menurut anda tp sekali lagi ditegaskan bahwa anda harus memaklumi watak dasar manusia
Dalam pandangan para Mistikus, kualitas manusia dan kemanusiaan yang paling primordial adalah bahwa ia merupakan mahluk spiritual puncak ciptaan Tuhan dan oleh karenanya watak dasar manusia adalah bersifat baik.
Disekitar kita kadang dua sifat itu terlihat jelas didepan kita atau ditv kita sering menonton sesorng berbuat baik maupun jahat kepada orng lain tp apa boleh buat itu adalah watak dasar orng tersebut...
jika seseorng berbuat baik maupun jahat kepada anda harus memaklumi tp bukan berarti anda harus menerima perlakuan itu jika perlakuan itu buruk menurut anda tp sekali lagi ditegaskan bahwa anda harus memaklumi watak dasar manusia
Dalam pandangan para Mistikus, kualitas manusia dan kemanusiaan yang paling primordial adalah bahwa ia merupakan mahluk spiritual puncak ciptaan Tuhan dan oleh karenanya watak dasar manusia adalah bersifat baik.
Label:
umum
12 November 2008
SYECH PUJI

Dalam beberapa minggu terakhir ini berita tentang seseorang pria kaya raya bernama Syech Puji yg telah berumur 43 tahun telah menikahi gadis bernama Ulfa yg berumur 12 tahun,jelas berita ini bikin heboh karena usia mereka terpaut jauh bahkan ada seorng kakek telah memiliki cucu yg berumur 12 tahun jg jd bisa dibilang Syech Puji ini telah menikahi seorng bocah yg semestinya telah menjd cucunya atau paling tidak anak seumur Ulfa ini adalah anaknya sendiri...Menurut Syech Puji pernikahan ini sah mnurut hukum agama islam krn dia berpedoman pada sunnah Rasul tp jelas ini sangat bertentangan dgn hukum negara yg dibuat oleh negara kita sendiri dimn seseong jika ingin menikah minimal berumur 17 tahun,itu dari sisi hukum jelas sdh melanggar lalu bgmn dgn psikologi seorang bocah yg dipaksa atau terpaksa menikah (karena tuntutan materi) disaat dia semestinya masih harus bermain dan bersekolah,apa tidak akan mengganggu psikologinya kelak ? itu dari sisi psikologi gmn dgn sisi kesehatannya jelas para dokter tidak menyarankan apalgi menyetujui persetubuhan seorang bocah umur 12 tahun krn pasti akan merusak organ vitalnya apalgi klo sampai hamil,ini jika orientasi syech Puji adalah seks ? tp semua orng yakin pernikahan ini jg berorientasi seks..nah jika salah satu orientasi syech Puji adalah seks bukankah ini adalah sesuatu yg tidak wajar krn dia telah berumur 43 tahun sedangkan Ulfa baru berumur 12 tahun bahkan belum genap 12 tahun..sedangkan menurut pakar seks yaitu Dr.boyke kemungkinan syech Puji mengalami penyimpangan seksual dimn dia lebih menyukai anak yg msih ABG...dari sisi ekonomi jelas ini jg menjd faktor penting atas terjadinya pernikahan ini krn si syech Puji merupakan miliarder dan memiliki rumah dan mobil-mobil mewah, nah siapa yg tidak tergoda jika dilamar seorng jutawan? jelas nalar orng tua Ulfa kurang berfungsi dlm menghadapi pinangan syech Puji pd saat itu..tp persoalannya adalah jika seorng syech Puji tidak kaya alias miskin,masih kah orng tua dan Ulfa sendiri menerimanya ? Jujur dlm hati sy yg paling dalam menerka mereka akan menolaknya,mungkin para pembaca jg sepaham dgn sy atau mungkin saya yg salah...
Parahnya ada sj yg mendukung pernikahan ini termasuk sipenganut poligami Puspo Wardoyo pemilik warung makan Wong Solo yg memiliki banyak istri dan berbagai pihak lain krn berbagai alasan yg menurutnya boleh dan sah-sah sj
Beruntung berbagai pihak menanggapi ini termasuk komnas perlindungan anak pimpinan ka Seto yg dgn tegas menolak seorng bocah dinikahkan dgn seorng yg telah berumur 43 tahun krn jelas ini mengganggu perkembangan anak itu sendiri...
Tp perlu diketahui berbagai pernikahan di Indonesia jg telah melanggar hukum negara krn begitu banyak cara melegalkan suatu pernikahan yg salah satunya memalsukan umur menjd 17 tahun pdhl pd saat pernikahan belum berumur 17 tahun,ini jg terjd pd salah satu tmn sy yg menikahi seorng gadis yg belum berumur 17 tahun (menurut pengakuannya sendiri). lalu bagaimn dgn persoalan ini ? jelas aparat terlibat dlm pelanggaran ini krn membuat data palsu...
Smg semua orng tua berpikir jernih dlm mengambil keputusan buat anaknya sendiri...amin..
Label:
umum
05 November 2008
Presiden Obama


hari ini masyarakat Amerika Serikat bersuka cita menyambut presiden baru mereka presiden pertama Amerika yg berkulit hitam yg dtang membawa berbagai janji perubahan dgn slogan CHANGE WE NEED...pun masyarakat kita menyambut dgn suka cita ntah knp ? mungkin krn secara emosional Obama pernah tinggal di Indonesia (bekas anak menteng gitu loh...) atau berbagai perubahan yg dia janjikan akan memberi dampak positif bagi bangsa Indonesia ? smg sj,amin....
Label:
perubahan
01 November 2008
doa

Selalu Tetap Berdoa
Ada suatu cerita
Suatu ketika, ada seorang anak yang
sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah
siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang
dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya
buatan sendiri, sebab memang
begitulah
peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya
tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding
semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa
anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya. Yah,
memang, mobil itu tak begitu
menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit
lampu kedip di atasnya, tentu tak
sebanding dengan hiasan mewah yang
dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,
Mark bangga dengan itu semua, sebab,
mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final
kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis
start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur
lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
pembalap" kecilnya. Lintasan itu
berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat
kemudian, Mark meminta waktu sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak
berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup
memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya,
aku siap!" Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka
mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil tu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju",
begitu teriak mereka.
Ahha... sang pemenang harus ditentukan,
tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan...
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya
senang, begitu juga Mark. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam hati.
"Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju
ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia
bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa
kepada Tuhan agar kamu menang,
bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan
itu yang aku panjatkan," kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya,
tak adil untuk meminta pada Tuhan
untuk menolongku mengalahkan orang
lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan,
supaya aku tak menangis, jika aku
kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu.
Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi
ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih
punya kebijaksanaan dibanding kita
semua. Mark, tidaklah bermohon pada
Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan
dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak
meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk
menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan,
agar diberikan kekuatan saat
menghadapi itu semua. Ia berdoa,
agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin,
telah banyak waktu yang kita lakukan untuk
berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan
setiap permintaan kita. Terlalu
sering juga kita meminta Tuhan untuk
menjadikan kita nomor satu, menjadi yang
terbaik, menjadi pemenang dalam
setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa
pada Tuhan, untuk menghalau setiap
halangan dan cobaan yang ada didepan
mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh
adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu
lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering
merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang
mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat,
bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah
menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita
selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam
lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian
tersebut.
Amin....
Begitulah doa sang juara sejati..
Makasih ya Neli atas kiriman emailnya...
Suatu ketika, ada seorang anak yang
sedang mengikuti sebuah lomba mobil
balap mainan. Suasana sungguh meriah
siang itu, sebab ini adalah babak
final. Hanya tersisa 4 orang sekarang
dan mereka memamerkan setiap
mobil mainan yang dimiliki. Semuanya
buatan sendiri, sebab memang
begitulah
peraturannya.
Ada seorang anak bernama Mark. Mobilnya
tak istimewa, namun ia termasuk
dalam 4 anak yang masuk final. Dibanding
semua lawannya, mobil Mark-lah
yang paling tak sempurna. Beberapa
anak menyangsikan kekuatan mobil itu untuk
berpacu melawan mobil lainnya. Yah,
memang, mobil itu tak begitu
menarik.
Dengan kayu yang sederhana dan sedikit
lampu kedip di atasnya, tentu tak
sebanding dengan hiasan mewah yang
dimiliki mobil mainan lainnya. Namun,
Mark bangga dengan itu semua, sebab,
mobil itu buatan tangannya sendiri.
Tibalah saat yang dinantikan. Final
kejuaraan mobil balap mainan.
Setiap anak mulai bersiap di garis
start, untuk mendorong mobil mereka
kencang-kencang. Di setiap jalur
lintasan, telah siap 4 mobil, dengan 4
pembalap" kecilnya. Lintasan itu
berbentuk lingkaran dengan 4 jalur
terpisah di antaranya. Namun, sesaat
kemudian, Mark meminta waktu sebentar
sebelum lomba dimulai. Ia tampak
berkomat-kamit seperti sedang berdoa.
Matanya terpejam, dengan tangan bertangkup
memanjatkan doa. Lalu,
semenit kemudian, ia berkata, "Ya,
aku siap!" Dor!!! Tanda telah dimulai.
Dengan satu hentakan kuat, mereka
mulai mendorong mobilnya kuat-kuat.
Semua mobil tu pun meluncur dengan
cepat. Setiap orang bersorak-sorai,
bersemangat, menjagokan mobilnya
masing-masing.
"Ayo..ayo... cepat..cepat, maju..maju",
begitu teriak mereka.
Ahha... sang pemenang harus ditentukan,
tali lintasan finish pun telah
terlambai. Dan...
Mark-lah pemenangnya. Ya, semuanya
senang, begitu juga Mark. Ia berucap,
dan berkomat-kamit lagi dalam hati.
"Terima kasih."
Saat pembagian piala tiba. Mark maju
ke depan dengan bangga. Sebelum
piala itu diserahkan, ketua panitia
bertanya.
"Hai jagoan, kamu pasti tadi berdoa
kepada Tuhan agar kamu menang,
bukan?"
Mark terdiam. "Bukan, Pak, bukan
itu yang aku panjatkan," kata Mark.
Ia lalu melanjutkan, "Sepertinya,
tak adil untuk meminta pada Tuhan
untuk menolongku mengalahkan orang
lain, aku, hanya bermohon pada Tuhan,
supaya aku tak menangis, jika aku
kalah."
Semua hadirin terdiam mendengar itu.
Setelah beberapa saat, terdengarlah
gemuruh tepuk-tangan yang memenuhi
ruangan.
Teman, anak-anak, tampaknya lebih
punya kebijaksanaan dibanding kita
semua. Mark, tidaklah bermohon pada
Tuhan untuk menang dalam setiap ujian.
Mark, tak memohon Tuhan untuk meluluskan
dan mengatur setiap hasil yang
ingin diraihnya. Anak itu juga tak
meminta Tuhan mengabulkan semua
harapannya. Ia tak berdoa untuk
menang, dan menyakiti yang lainnya.
Namun, Mark, bermohon pada Tuhan,
agar diberikan kekuatan saat
menghadapi itu semua. Ia berdoa,
agar diberikan kemuliaan, dan mau menyadari
kekurangan dengan rasa bangga. Mungkin,
telah banyak waktu yang kita lakukan untuk
berdoa pada Tuhan untuk mengabulkan
setiap permintaan kita. Terlalu
sering juga kita meminta Tuhan untuk
menjadikan kita nomor satu, menjadi yang
terbaik, menjadi pemenang dalam
setiap ujian. Terlalu sering kita berdoa
pada Tuhan, untuk menghalau setiap
halangan dan cobaan yang ada didepan
mata.
Padahal, bukankah yang kita butuh
adalah bimbingan-Nya, tuntunan-Nya,
dan panduan-Nya? Kita, sering terlalu
lemah untuk percaya bahwa kita kuat.
Kita sering lupa, dan kita sering
merasa cengeng dengan kehidupan ini.
Tak adakah semangat perjuangan yang
mau kita lalui? Saya yakin, Tuhan
memberikan kita ujian yang berat,
bukan untuk membuat kita lemah, cengeng dan mudah
menyerah.
Jadi, teman, berdoalah agar kita
selalu tegar dalam setiap ujian.
Berdoalah agar kita selalu dalam
lindungan-Nya saat menghadapi itu ujian
tersebut.
Amin....
Begitulah doa sang juara sejati..
Makasih ya Neli atas kiriman emailnya...
Label:
wisdom
29 Oktober 2008
Pilkada Makassar

hari ini Makassar mencatatkan dirinya dalam sejarah pemilihan pemimpin atau walikota Makassar yang dipilih langsung oleh warga Makassar sendiri...ada 7 pasang kandidat walikota yg diusung oleh partai maupun independent... Saya turut mencoblos salah satu kandidat tersebut smg jika menang mereka mampu menjlnkan tugasnya dgn sebaik-baiknya,amin....
Label:
pilkada
28 Oktober 2008
Sumpah Pemuda

Hari ini tepat 28 Oktober 2008 adalah hari sumpah pemuda yg ke 80...smg bangsa ini tetap bersatu menjd satu kesatuan NKRI...
SOEMPAH PEMOEDA
Pertama :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGAKOE BERTOEMPAH DARAH JANG SATOE, TANAH AIR INDONESIA
Kedua :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA, MENGAKOE BERBANGSA JANG SATOE, BANGSA INDONESIA
Ketiga :
- KAMI POETRA DAN POETRI INDONESIA MENGJOENJOENG BAHASA PERSATOEAN, BAHASA INDONESIA
Djakarta, 28 Oktober 1928
Teks Soempah Pemoeda dibacakan pada waktu Kongres Pemoeda yang diadakan diWaltervreden (sekarang Jakarta) pada tanggal 27 - 28 Oktober 1928.
Catatan :
Sebelum pembacaan teks Soempah Pemoeda diperdengarkan lagu"Indonesia Raya"
gubahan W.R. Soepratman dengan gesekan biolanya.
Label:
pemuda
27 Oktober 2008
Air itu anugrah


Mandi bukan hanya suatu keharusan karena ingin menghilangkan bau dibadan tp mandi adalah suatu kenikmatan, coba jika kamu mandi siramilah seluruh badanmu dengan pelan-pelan dan resapilah siramanmu itu maka km akan mendapatkan satu kenikmatan dari air tsb karena air itu anugrah...
Stop buang2 air ...n save the water untuk anak cucu kita...,cucu ? anak sj belum punya...eh istri jg blom he..he...ok bro...
Label:
water
Wisdom Prof. Komaruddin Hidayat

Sy sangat mengagumi tulisan2 bp Prof. Komar,sangat cerdas....dia Prof. yg berklasifikasi Kyai...smg suatu saat sy bisa bertemu dgn beliau,amin....Anda pengagum atau penikmat tulisan beliau...berikut adalah wisdom yg dikrim kesy lewat sms..
1. Kesengsaraan bangsa ini disebabkan perilaku pemimpin dan warganya sendiri,bukan org lain.Stop menyalahkan bangsa lain mari bangkit & bersatu.
2. Tempat lahir,warna kulit,nama dan agama adalah pemberian,sebaiknya pemberian itu dihargai jgn dipertengkarkan dan dihinakan.
3. Cinta ortu pada anak ibarat air hujan selalu tercurah kebawah,jauh lebih deras ketimbang cinta anak keortu. Berdoalah untuk ortu tiap hati sebagai balasan minimalnya.
4. Makanan yang haram mengundang setan untuk masuk ke diri kita,sehingga setan akan menggerakkanperilaku kita untuk bergabung dgn komunitas mereka.
5. Ketika diluar negeri dan jauh dari keluarga tercinta,kerinduan u/ pulang sangt terasa. Ya Tuhan tanamkan rasa rindu dihatiku u/ pulang bersanding dgnMu.
6. Betapapun buruknya kondisi bangsa jika kita serius memajukan dunia pendidikan secara merata,Indonesia tetap optimis menghadapi hari esok.
7.Hati lapang, pikiran luas dan kerja produktif membuat hidup terasa nyaman meski kondisi jalanan semrawut dan iklim politik serta ekonomi pengap.
ntar klo ada lg akan sy entri....ok
Label:
wisdom
24 Oktober 2008
EGOIS

Aku lebih baik menjadi sseorng yang egois daripada memaksa diri bermurah hati hanya karena ingin disukai orang, tetapi aku harus menakar tingkat egoisku jangan sampai kelewat batas..
Label:
sikap
23 Oktober 2008
Teori psikologi kognitif

Apa yang dirasakan,dipikirkan dan dilakukan seseorng merupakan resultante dari berbagai informasi yg diterima yang berulang-ulang.. jadi kebiasaan sejak kecil memang sangat sulit untuk dihindari ataupun dihilangkan
Label:
resultante
Manusia dengan Alam

Pada awalnya manusia menyatu dengan alam,penyatuan itu secara simbolik digambarkan dlm bentuk hubungan plasenta yg menempel dipusar bayi. alam yg dimaksud adalah rahim sang ibu,ketika bayi lahir maka pemotongan tali pusar dianggap sebagai sebuah peristiwa simbolik pemisahan eksistential sang bayi dgn alam bahwa bayi sudah menjadi induvidu baru dan secara hakiki membawa kebebasan sejati dlm keberadaannya...( dikutip dari tulisan mantan ketua umum HMI pusat )
Label:
alam
22 Oktober 2008
Waktu & Keadaan

Kita sedang berpacu dgn waktu dan keadaan yang terus bergulir,'ia' tidak akan mempedulikan kita,sedang apapun kita 'ia' akan terus berjalan menelan impian2 ,menggulung cita2 dan masa depan kita manakala kita tidak siap melawannya...
Label:
perubahan
Langgan:
Entri (Atom)


